Most popular blog

Senin, 11 Juni 2012

aku tidak ingin hidup 1000 tahun lagi



alasan aku mengatakan itu adalah, karena aku tdk pernah meresakan kebahagiaan, kesenangan, kehidupan yg berwarna, kehidupan yang bebas :'( aku malah merasakan sakitnya penderitaan, yang tidak pernah merasakan kasih sayang, yang tidak pernah merasakan cinta sesungguhnya. walaupun masih ada seorang onnie yang selalu ada buatku. aku ingin aku merasakan kebahagian yg ada pada diri hyerin onnie. selama aku bersamanya, aku bisa melihatnya. dia bertahan sendiri, banyak orang yang sering tdk menyukainya, tpi dia bertahan. aku ingin sperti dia, tpi tdk bisa. orang tuaku sangat ketat terhadapku, aku tidak sanggup, :'(

nabi muhammad bilang, surga di telapak kaki ibu. awalnya aku percaya, tapi sekarang sepertinya tidak. apa kalian tau apa yang dikatakan mamaku saat aku pulang sekolah tadi?
M : udah lah dek, lia masuk SMA 1 Namorambe aja, trus lia nanti les di yogurd *kalo gak salah* dan lia nanti masuk unimed ada fakultas bahasa
aku diam saja, aku bicara pun sama aja. aku langsung masuk kamar, menangis tersendak-sendak. aku tau aku tdk sepintar dengan kakakku. tapi harusnya orang tuaku mengerti, aku bisa saja memberontak kalau aku sudah tidak tahan dengan perlakuan seperti ini.

cita-citaku hanyalah sutradara, kalau tidak menjadis sutradara ya pokoknya di bidang musik, seni teater dan yang berhubungan dengan entertaiment. apakah cita-citaku ini ada di dalam fikiran orang tuaku? tentu saja tidak. orang tuaku hanya ingin aku jadi guru, hanya itu? aku tidak mau jadi guru, guru bukan cita-citaku. ternyata benar apa yang sudah kufikirkan bertahun-tahun, orangtua ku tidak pernah tau apa yang kurasakan. bahkan disaat tadi siang aku menangis di kamar mandi, mamaku tidak memperdulikan, dia malah asyik membuka facebooknya. apakah facebook lebih penting daripada apa yang dirasakan anaknya? malah dari sekian banyak orang dirumahku, cuma adik sepupuku yang masih kelas 5 sd yang tau aku menangis dan dia bertanya " kakak kok nangis" aku hanya tersenyum mencoba menanahan rasa sakit.

aku tau aku salah kalau aku berfikir aku sangat membenci orangtuaku terlebih lagi mamaku. aku tau kalau aku sebagai anak harusnya menuruti perkataan mamaku. tapi kalau apa yang disuruh mamaku sangat tidak aku setujui bagaimana lagi? aku berhak mengeluarkan pendapat, aku berhak memilih pilihan ku sendiri. karena ini adalah hidupku.

mamaku pernah bilang kepadaku
M : lia nanti masuk universitas negeri lah dek, di medan aja.
lalu ayah ku bilang
A : kalau bisa di UI kayak kak Ayu
M : mana mungkin

betapa sakitnya hatiku saat mamaku mengatakan itu didepan anaknya sendiri. mamaku sama sekali tidak menaruh kepercayaan nya terhadapku. dia berkata kalau aku tidak mungkin masuk UI seperti kakakku. apa yang dikatakan mamaku malah menjadi hari-hariku tidak bersemangat. akibat itu bilai UN ku anjlok.

aku bingung dengan hidupku, di sekolah, aku selalu diejek sama anak laki-lakinya. apa salah ku? ingin sekali kukatakan pada mereka semua? ingin sekali... tapi suara ini tidak bisa keluar..

dan satu lagi, ada satu cerita yang membuat saya berfikir kalau mama saya egois. kemarin ayah saya ada di kampung saya, dia menitipku uang 50 ribu untuk saya dan diberikan kepada mama saya. tpi setelah beberapa minggu diberikan kepada mama saya, mama saya tak pernah memberitahukan masalah uang itu kepada saya, sampai saat  ayah saya pulang. ayah saya bertanya
A : udah dapat uangnya nakku?
L : uang apa yah?
A : uang yang ayah kasi 50 ribu. ada di kasih mamak?
L : nggak ada ah.
A : lho? nanti minta sama mamak lha ya
disitu saya tidak menyangka sekali, dan waktu saya minta uangnya kepada mama saya, mama saya bilang " nantilah.. " dan sampai sekarang belum dikasi-kasi uangnya.

sekarang saya berfikir, apa saya bisa menjadi sutradara kalau masa-masa remaja saya saja seperti ini?

1 komentar:

  1. nggak ada yang nggak mungkin kok kalau lia mau berusaha.
    tahu gak sih, kakak juga pernah ngerasa kek gitu, percis percis kali kek apa yang lia rasain, cuma waktunya lebih diluan kakak,
    intinya apa pun kata mama yang membuat kak sedih, kak larikan ke hal-hal lain kayak nonton tv, nyuci piring, nyapu, pokoknya setiap mau sedih kak kerjain hal yang positif dan kak buktikan sama mama kalo kak gak seperti yang mamak bilang.
    yakinlah, kalo lia mau berusaha, lia pasti bisa jadi sutradara dan kak actrisnya. Allah pasti akan ngabulin. :)

    BalasHapus