Most popular blog

Minggu, 22 Juli 2012

Aku harus Mengalah pada Orang yang lebih Tua







"ini hanya cobaan lia, sabarkan dirimu."

satu kalimat diatas adalah kalimat yang selalu aku ucapkan disaat aku tertimpa masalah. seperti masalah yang kuhadapi sekarang, 'difitnah oleh kakak sendiri'

sebenarnya masalah ini sudah berulang kali terjadi, bahkan saat aku masih kecil, masih polos yang belum tau apa-apa. aku sudah sering difitnah, dituduh oleh kakak aku. mama ayah aku juga begitu. mungkin ini akibat menjadi anak paling muda, paling kecil. semua masalah diserahkan olehnya.

mau bagaimana lagi? sebagai anak paling muda, aku tidak boleh melawan pada orang yang lebih tua. walaupun aku juga sering melawan kalau aku yakin aku tidak salah. tapi saat ini aku tidak mampu melawan. aku sudah beranjak dewasa, harus menjalaninya dengan sikap dewasa.

masalah kali ini dimulai saat aku meminjam laptop kakakku. aku meminjam nya karena aku ingin OL sebentar. twitter, facebook, google dan youtube. itu saja yg kubuka berulang-ulang, tidak ada yang lain. twitter? aku hanya nge-tweet sesuka hatiku, facebook? cuma liat-liat status orang. google? cari informasi-informasi tentang korea dan sebagainya. youtube? liat-liat dancer korea. itu-itu doang kerjaku selama aku buka laptop kakakku. aku sama sekali gak tau kalo itu membuat laptop kakakku rusak. aku gak mijit apa-apa, aku bahkan gk ada main game, aku gak ada buka-buka folder dia. atau apalah yang buat laptop rusak. mungkin itu akibat main internet.

setelah aku selesai main laptop kakaku, aku kembali kan laptop kakak aku ke asalnya.

keesok harinya, si abil minjam laptop kakak aku, tiba-tiba disaat dia buka laptop kakak aku itu ada tulisan-tulisan yg aku tak ngerti, seperti kena virus gitu laptopnya. lalu kakakku marah sama aku, dituduhnya aku yang membuat rusak laptopnya.

ya allah, apakah aku pantas dituduh? aku tak melakukan apa-apa, kenapa aku bisa difitnah kalau aku merusak laptopnya? kakak ku bahkan menjambak rambutku. astagfirulah, di saat bulan ramadhan begini, dia menjambak rambutku *walaupun aku dan dia gak puasa*. aku gak tau apa-apa, maka aku bilang " aku gak ada ngapa-ngapain" bahkan aku sampai bersumpah dalam hati aku gak ada ngapa-ngapain. gak ada ngotak-ngatik laptopnya. lalu kenapa dia menfitnah aku? menuduh aku? menjambak rambut aku?

aku juga menangis saat itu, tapi hanya sekilas dan langsung aku hapus air mataku. gak tau kenapa dari kecil memang aku ini cengeng, baru dapat masalah kecil saja aku langsung nangis. tapi saat itu, aku langsung menghapus air mataku karena aku tau seperti kata pepatah menangis tak akan menyelesaikan apapun, tapi ada juga pepatah bilang menangis membuat hati lebih tenang. *aku jadi bingung*

seperti yang aku bilang tadi, aku hanya menangis sekilas, mencoba menyelesaikan masalah ini sendiri didalam hati. memang aku masih sakit hati saat dia menjambak rambutku, *padahal aku barusan keramas* tapi sudahlah.. sekarang tidak ada lagi yang bisa mengatakan "orang yang lebih tua harus mengalah pada orang yang lebih muda" sekarang orang hanya bisa berkata " orang yang lebih muda harus bisa mengalah pada orang yang lebih tua" dan aku ingin menambah 1 kalimat lagi "karena orang yang lebih tua lebih egois"

sekarang aku ingin bertanya pada kalian? benarkah kalimat yang kubuat itu? orang yang lebih tua egois pada orang yang lebih muda. mungkin kalian ada yang tidak setuju, itu terserah kalian. ini hanya pendapatku, aku ambil dari kisah hidupku selama ini.

tak usah diambil hati, aku sudah sering menghadapi masalah ini. seperti yang kukatakan tadi, dari kecil aku memang sudah sering di fitnah oleh orang yang lebih tua. tidak pernah ada yang mau percaya padaku, dari kecil sampai sekarang, tidak ada yang mau percaya padaku. jadi karena aku sudah sering mengalaminya, aku hanya bisa memakluminya. dan aku ingin melupakan kejadian ini. tapi tidak bisa, ingin sekali aku ceritakan secara detail kejadian-kejadian dimana saat aku difitnah, dituduh atau diaapa-apain oleh orang yang lebih tua. aku masih bisa mengingat kejadian-kejadian itu. bahkan karena kejadian-kejadian itu aku jadi lupa rumus-rumus matematika atau fisika, karena hilang ditumpuk oleh kejadian-kejadian itu.

ah.. ya sudahlah.. aku sudah capek dengan sikap-sikap seluruh orang yang ada dirumah ku. satu kalimat terakhir yang ingin kuucapkan " AKU HARUS MENGALAH PADA ORANG YANG LEBIH TUA"

sampai jumpa~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar